Ray Davies berdendang sambil menatap senja..

tommy's posts with tag: fluktuasi emosi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag fluktuasi emosi
Akhir2 ini saya banyak mengalami fluktuasi emosi. Hehe. Apalagi sejak Maroy meninggal. Jujur, saya tidak terlalu mengenal dia. Tapi, kematiannya yang tiba2 cukup membuat saya jadi lebih menghargai hidup ini. Oh My God, dia masih begitu muda. Seakan-akan baru kemarin sejak saya terakhir bertemu dia setahun yang lalu. Semoga arwahnya tenang di sisi-Nya.

    Kembali ke fluktuasi emosi yang saya alami tadi, dimulai sejak liburan kemarin. Begitu mendarat di bandara, saya langsung mendapat kabar gembira soal pernikahan mbak Nina. Tetapi perasaan gembira itu langsung berubah menjadi kesedihan saat mendengar cerita Mama soal keadaan Nenek dan Bulik saya di Kediri yang terkena diabetes. Setelah itu fluktuasi itu pun berjalan. Berlibur dengan senang, mendengar cerita Mama soal kesulitan keuangan yang sedang dihadapi keluarga, ketemu Tutu dan teman2 di Surabaya, mendengar kabar bapaknya Afton meninggal ketika baru tiba di Jakarta, menanti kelahiran anak pertama mbak Ratih 2 minggu lagi, mendapat undangan pernikahan Windu, mendapat kabar kang Restu operasi tumor di kepala (langsung teringat Maroy), dikabarin Tutu kalo dia sakit cukup parah, mendapat kabar operasi kang Restu berhasil, Scene dapet kamera, dapet uang saku dari kampus, langsung habis karena dipake membayar berbagai macam iuran (yang ini pantas ditertawakan. Hehe..).

Semua kejadian itu terjadi begitu cepat dan silih berganti. Membuat saya memikirkan kembali mengenai mendapatkan dan kehilangan. Dua sisi mata uang yang saling berdampingan. Di saat kita mendapatkan sesuatu, kita juga harus siap apabila suatu hari kehilangannya. That’s life. Dan manusia sehebat apa pun tidak akan punya kuasa atas itu. Yang bisa kita lakukan hanya bersyukur dan berlapang dada saat kedua hal itu terjadi. Karena semua hal yang kita punya saat ini, bukanlah benar2 milik kita. Dan saat itu semua direnggut dari kita, maka tak ada yang bisa kita lakukan. Pertanyaanya, sudahkah kita menyadarinya?

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help