For One More Day berkisah mengenai kehidupan Charles “Chick” Benetto. Saat masih anak-anak, Chick diberi pilihan oleh ayahnya: menjadi anak Papa atau anak Mama. Dia memilih pilihan yang pertama. Namun, setelah itu ayahnya tiba-tiba pergi meninggalkan keluarga mereka. Menyisakan kemarahan pada diri Chick karena harus menjadi anak Mama. Bertahun-tahun kemudian setelah kematian sang ibu, hidup Chick hancur dan menenggelamkannya dalam dunia alkohol. Setelah percobaan bunuh diri yang gagal, Chick menemukan sang ibu yang masih hidup menyambutnya pulang seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa! Seperti yang Mitch bilang, kisah keluarga adalah kisah hantu. Saya benci kisah hantu. Tetapi saya sangat suka novel ini. Jatuh cinta tepatnya. Jatuh cinta pada gaya penulisan Mitch yang sangat-sangat ringan dan hangat. Ceritanya mengalir bagai sebuah film indie berbujet rendah namun dengan cerita yang menyentuh. Saya sangat suka dengan selipan-selipan kisah Chick yang dibagi menjadi “Saat-saat Ketika Ibu Membelaku” dan “Saat-saat Ketika Aku Tidak Membela Ibu” di tengah-tengah penceritaan. Alih-alih mengganggu, kisah selipan itu menjadi penguat keseluruhan cerita. Sedikit kejutan di akhir pun melengkapi senyum kita saat menutup buku ini. Sebuah kisah kecil yang hangat.